GERAKAN INTERNATIONAL NURSING DAY

PETUNJUK UMUM GERAKAN NASIONAL

“HARI PERAWAT SEDUNIA 12 MEI 2008 ”SUKSESKAN UNDANG-UNDANG PRAKTIK KEPERAWATAN

 

 

 

 

1.      Internasional Nurses Day tanggal 12 Mei 2008 merupakan awal Gerakan Nasional Kebangkitan Perawat Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

 

2.      Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong adanya Undang-Undang Praktek Keperawatan di Indonesia yang telah lama diupayakan Komunitas Keperawatan namun belum mendapat respon optimal dari pihak terkait.

 

3.      Rangkaian kegiatan Gerakan Nasional adalah :

a.      Penyampaian Pendapat (Unjuk Rasa) ke Gedung DPR-RI di Jakarta tanggal 12 Mei 2008.

b.      Aksi Simpatik dilaksanakan secara serentak disetiap Propinsi, Kabupaten Kota (sampai dengan di unit kerja) pada tanggal 12 Mei 2008.

c.      Membangun Opini Publik di media cetak & elektronik tentang pentingnya Undang-Undang Praktik Keperawatan menjelang tanggal 12 Mei 2008 di setiap daerah (propinsi dan Kab/kota).

d.      Melakukan Advokasi dan lobby dengan pihak terkait untuk dukungan UU Praktek Keperawatan

e.      Pengkawalan Proses pengesahan Undang-Undang Praktik Keperawatan

 

4.      Puncak kegiatan ini adalah  Penyampaian Pendapat (Unjuk Rasa) ke Gedung DPR-RI oleh Perawat Indonesia dan mahasiswa keperawatan dan aksi simpatik pemberian sekuntum bunga kepada masyarakat, khusus di DKI Jakarta  aksi simpatik pemberian sekuntum bunga kepada para pengendara mobil dibundaran Hotel Indonesia dan depan gedung MPR/DPR dari pukul 08.00 – 11.00 WIB tanggal 12 Mei 2008.

 

5.      Puncak kegiatan unjuk rasa dan aksi simpatik harus satu komando berdasarkan Struktur Organisasi Gerakan Nasional yang dibentuk PP PPNI, Penanggung jawab pada masing-masing Propinsi adalah ketua PPNI Propinsi yang akan bertanggung jawab kepada Pengurus Pusat, dan seluruh kegiatan  dikoordinasikan oleh Koordiator Umum Gerakan Nasional. Hal ini berlaku sampai pada tingkat PPNI  Kab/Kota dan PPNI Komisariat.

 

6.      Penyampaian Pendapat di Gedung DPR-RI diaharapkan dihadiri oleh tidak kurang dari 15.000 massa perawat dan mahasiswa perawat berasal dari seluruh wilayah Indonesia. 

 

7.      Kegiatan aksi simpatik di setiap propinsi yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing daerah, seperti dari berjalan kaki Kantor Gubernur menuju ke Gedung DPRD Propinsi atau dalam bentuk kegiatan simpatik lainnya yang menyentuh masyarakat seperti aksi massal PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) serta berbagai bentuk aksi peduli lainnya.

 

8.      Pada aksi simpatik dihimbau untuk memberikan tanda “caring” berupa bunga kepada tokoh nasional/lokal yang sedang dirawat pada 12 Mei 2008, termasuk kepada pasien dari keluarga miskin.

 

9.      Selama aksi simpatik perawat dibekali bunga ukuran kecil yang bertuliskan “Hari Perawat Sedunia 12 Mei 2008: Sukseskan Undang-Undang Paraktek Keperawatan ”, yang diberikan kepada masyarakat yang dijumpai sepanjang jalan dengan senyum khas perawat.

 

10. Secara khusus untuk petugas yang dijumpai seperti Polisi dimintai kesan dan pesannya terkait profesi perawat selama ini (diupayakan untuk direkam).

 

11. Tahap awal aksi simpatik, kepada Pengurus PPNI Propinsi harus melakukan lobby dan advokasi kepada Pemerintah setempat dan Pimpinan Instiusi dimana perawat berkerja dan menginformasikan bahwa fokus kegiatan adalah untuk mendorong adanya Undang-undang Praktik Keperawatan dan menjamin tidak akan menggangu pelayanan perawat yang ada.

 

12. PPNI Propinsi dan Kab/Kota sebelum  tanggal 12 Mei 2008 sudah harus membangun Opini Publik di media Lokal tentang pentingnya Undang-Undang Praktik Keperawatan dengan mengacu pada materi yang diberikan oleh Pengurus Pusat PPNI.

 

13. PPNI Propinsi dan Kab/Kota) sebelum tanggal 12 Mei 2008 sudah harus melakukan reinformasi, resosialisasi kepada tiap individu anggota (Perawat) tentang pentingnya UU Praktik Keperawatan untuk kesamaan niat tujuan dan gerakan secara Nasional di Seluruh Indonesia.

 

14. Masing-masing daerah juga harus menjamin kesamaan informasi yang diberikan pada media dan pihak lain dan  menentukan juru bicara yang handal.

 

15. Masing-masing Propinsi turut melakukan advokasi dan lobby kepada anggota DPR RI yang sedang reses di daerah pemilihan masing-masing sebelum tanggal 12 Mei 2008.  

 

16. Spanduk, Poster dan selebaran dan tulisan pada cindera mata sebagai pendukung kegiatan harus sesuai dengan tema-tema yang telah di buat oleh PP PPNI  (Terlampir). Termasuk untuk Yell-yel yang diucapkan (terlampir).

 

17. Dukungan akomodasi, konsumsi dan transportasi serta perangkat aksi lainnya seperti spanduk, sticker, selendang dan selempang selama aksi simpatik diharapkan bersumber dari setiap individu perawat, komisariat, Rumah Sakit, dan Institusi Pelayanan dan Pendidikan dan berbagai tempat kerja serta dikoordinasikan dengan PPNI Propinsi, PPNI Kab/Kota dan PPNI Komisariat.

 

18. Dalam rangka mendukung gerakan diwajibkan kepada seluruh anggota PPNI memberikan dana sebesar Rp. 10.000,- dan disetorkan pada No Rek…………….. a/n……… Penggalangan dana diperlukan sampai Undang-Undang Praktik Keperawatan terwujud.

 

19. Petunjuk khusus, terkait dengan aksi simpatik ini bersifat saling melengkapi.

 


PETUNJUK KHUSUS AKSI SIMPATIK

“HARI KEBANGKITAN PERAWAT INDONESIA” DALAM RANGKA INTERNASIONAL NURSES DAY, 12 MEI 2008

 

A.     Dalam melakukan aksi dan menyampaikan pendapat :

1.      TIDAK BOLEH melakukan pembakaran ban dan benda-benda lainnya.

2.      TIDAK BOLEH mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh, mengintimidasi, menghina, mengancam dan mendiskriditkan pihak lain/Profesi lain.

3.      TIDAK BOLEH membawa tulisan-tulisan yang bersifat provokatif atau anarkis, mengancam dan mendeskriditkan pihak lain/profesi lain.

4.      TIDAK BOLEH membentuk kelompok tersendiri keluar dari kelompok besar perawat.

5.      TIDAK BOLEH membawa atribut yang bukan bagian dari PPNI

6.      TIDAK BOLEH melanggar hukum umum.

 

B.     Dalam melaksanakan aksi simpatik di daerah masing-masing :

1.      Harus mematuhi kebijakan aksi Simpatik Gerakan Nasional PPNI (Adopsi ICN position statement on strike policy, 2004) terlampir.

2.      Tetap menggunakan seragam perawat sesuai tempat kerja masing-masing (dianjurkan seragam putih)

3.      Focus pada perjuangan percepatan Undang-Undang Praktik Keperawatan

4.      Menjaga citra perawat sebagai profesi yang mulia, dengan tetap mengutamakan kepentingan pasien.

5.      Mengurus perijinan aksi simpatik sesuai dengan ketentuan yang berlaku

6.      Berhati hati terhadap upaya-upaya pihak lain untuk mengganggu kelancaran dan tujuan gerakan, dengan tidak terpancing issu lain yang dikembangkan selain ” Sukseskan Undang-undang Praktik Keperawatan”.

7.      Bila ada issu lain yang berkembang, penagung jawab daerah melakukan langkah-langkah pelurusan tujuan Gerakan Nasional.

 

 

Gerakan Nasional Sukseskan

Undang-Undang Praktik Keperawatan

PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA

 

 

 

 

 

Prof. Achir Yani .S. Hamid, DN.Sc                                Harif Fadhillah, SKp, SH

Penanggung Jawab                                                        Koordinator umum

 

 

 

Lampiran 1:

 

 

 

A.     Tema-tema pada Spanduk/Baliho/Poster/Selebaran/tulisan pada cindera mata dan lain-lain

 

 

Hari Perawat Sedunia 12 Mei 2008”

Lindungi Masyarakat Sukseskan Undang-Undang Praktik Keperawatan

 

Hari Perawat Sedunia 12 Mei 2008”

Perjuangkan Undang-undang Praktik Keperawatan

 

Hari Perawat Sedunia 12 Mei 2008”

Undang-Undang Praktik Keperawatan datang rakyat senang

 

Hari Perawat Sedunia 12 Mei 2008”

Harga Mati Undang-undang Praktik Keperawatan

 

Hari Perawat Sedunia 12 Mei 2008”

Go…go…go…undang-undang Praktik Keperawatan

 

 

B.    Yel-Yel Gerakan Nasional

 

Masyarakat sehat  (solo),                      Yes                 (bersama)

Hidup perawat (solo),                           Hidup              (bersama)

Hidup PPNI (solo),                              Hidup              (bersama)

Undang-undang keperawatan (solo), Yes                      (bersama)

Undang-undang keperawatan (solo), Go-go-go            (bersama)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 2:

 

A. Bentuk tulisan dicindera mata ; Kertas dengan symbol “love” warna ping

Hari Perawat dunia12 Mei 2008

: Undang-Undang Praktik Keperawatan datang rakyat senang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hari Kebangkitan Perawat Indonesia

 

1.      Masyarakat belum terlindungi oleh perawat yang kompeten..

2.      Kesejahteran perawat masih memprihatinkan

3.      Belum ada perlindungan yang kuat bagi perawat.

4.      Keperawatan Di Indonesia masih termarginalkan.

5.      Kompetisi dimancanegara yang rendah.

 

UNDANG-UNDANG PRAKTEK KEPERAWATAN ADALAH KEHARUSAN

B. Baliho

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMERATAAN AKSI SIMPATIK :

1. BUNDARAN HOTEL INDONESIA

Waktu

P.J./Korlap

Uraian

07.30

 

Peserta sudah tiba ditempat.

08.00 – 10.00

Bp Iwan

Perawat berdiri mengelilingi air mancur dengan jarak ½ lengan.

Setiap perawat memegang bunga tangan (20-30 buah) per orang yang diberikan kepada setiap pengguna jalan dengan senyum khas perawat.

Dua orang memegang spanduk dengan tulisan : Hari Kebangkitan Perawat Indonesia : Masyarakat sehat bersama perawat.

Spanduk ditempatkan pada dua titik, arah Jl. Thamrin dan arah Jl. Sudirman.

 

Yang perlu dibahas :

Perawat dari RS mana ?

Kalau mahasiswa dari Institusi Pendidikan mana ?

Target 200 perawat, kalau dengan bus perlu 4 bus, biaya sewa cukup besar dan parker diposisi mana ?

10.00 – 11.00

Bp Furqon

Peserta berjalan kaki beiringan (3-4 saff) dengan dikawal (depan dan belakang) ambulance Dinkes DKI plus sirine.

Jalan kaki (santai) pada jalur paling kiri di jalur cepat Jl. Sudirman.

Aksi simpatik dengan pembagian bunga tetap dilanjutkan.

Jumlah bunga perlu banyak ? estimasi diperlukan 10 ribu buah.

Selama berjalan kaki, diselingi dengan orasi simpatik maka diperlukan pengeras suara ukuran sedang.

Spanduk ikut serta dengan dipegang dua orang sambil berjalan kaki pada posisi didepan dan dibelakang pada posisi miring.

Rute : jalan sudirman, naik jembatan semanggi dan terus kearah gedung MPR/DPR.

Estimasi waktu sampai di gedung MPR/DPR : 45 menit.

 

Yang perlu dibahas :

Dukungan logistic ; air mineral ukuran 600 ml, diperlukan 10 dus plus snack ?

Plastik sampah ?

2. Di depan pintu gerbang gedung MPR/DPR

Waktu

P.J./Korlap

Uraian

08.00

 

Peserta tiba ditempat dengan diantar, bus atau kendaraan. Selanjutnya kendaraan parkir di lapangan parkir timur senayan.

08.00 – 09.00

Jhon

Peserta merapat di depan pintu gerbang gedung MPR/DPR. Apabila peserta membludak, maka menyesuaikan pada sisi kanan dan kiri pintu gerbang.

 

Prinsip : semua peserta berada dalam lingkaran tali yang dipegang oleh para asisten korlap dengan memakai rompi PPNI, dengan jarak setiap 20 meter.

Peserta tanpa berseragam perawat (putih-putih) atau sesuai dengan seragam tempat kerjanya dan memakai pita merah pada lengan kiri dilarang masuk.

 

Mobil sound system berada tepat di depan pintu gerbang.

Spanduk dipasang di pintu gerbang dan dipagar jalan tol menghadap pintu gerbang.

Baliho dipasang pada sisi kanan pintu gerbang.

09.00 – 11.00

Purwadi

Dan Bp Masfuri

Inti aksi simpatik disini adalah orasi terkait dengan issue dalam dunia keperawatan Indonesia seperti

1) kesejahteraan 2) kebijakan Pemerintah yang tidak melibatkan perawat 3) perlindungan kerja bagi perawat 4) resiko pekerjaan 5) stress dalam bekerja.

 

Orator terdiri dari perawat yang ditunjuk, termasuk perwakilan dari Propinsi yang datang, tokoh masyarakat, anggota DPR, LSM dan mahasiswa.

 

Masing-masing orator diberi waktu 10-15 menit.

Jeda antar orator, diselingi dengan menyanyikan lagu-lagu yang membakar semangat seperti maju tak gentar, halo-halo bandung, termasuk mars PPNI dan yel-yel serta membunyikan sirine ambulance Dinkes DKI.

 

Aksi teatrikal dilakukan dengan mengambil tema ; tidak adanya perlindungan hukum terhadap perawat, seperti tergambar adanya pasien yang harus segera ditolong tetapi terkendala tidak boleh karena tindakan yang dilakukan bukan wewenang perawat.

Selama aksi diselingi dengan pembacaan ilustrasi teratrikel oleh narator.

 

Khusus untuk orator dari anggota DPR, tim advokasi yang akan menghubungi.

 

11.00 – 11.30

Bp Agus Setiawan

Target : ada orasi dari tokoh masyarakat dan anggota DPR.

 

Peserta meninggalkan area menuju ke parkir timur senayan dengan berjalan kaki melawan arus lalu lintas ke arah JCC.

11.30 – 12.00

 

Tim inti aksi bergerak menuju kantor PP PPNI untuk evaluasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang perlu disiapkan dan pembagian tugas/tanggung jawab

Jenis

Jumlah

P.J.

Keterangan

Spanduk

100 bh

 

 

Rompi PPNI

50 buah

 

Untuk korlap dan asisten korlap

Tali plastik

500 meter

 

Untuk pembatas peserta

Bunga dan ucapan simpatik

 

 

 

Pita merah

 

 

 

Air mineral

50 dus

 

 

Nasi bungkus

200 bungkus

 

 

Surat ijin ke mabes polri

1 buah

 

Beserta lampiran (proposal)

Surat rekomendasi dari polda metro

 

 

 

Surat rekomendasi dari pihak terkait ?

 

 

 

Surat permohonan bantuan ambulan ke AGD Dinkes DKI

 

 

 

Mobil sound system

1 buah

 

Ukuran minibus bak terbuka

Pointer narrator

 

 

 

Teks mars PPNI

 

 

 

Obat-obatan P3K

 

 

 

Teks teatrikal

 

 

 

Asesoris teatrikal

 

 

Kursi roda, boneka bayi, infus set, standar infus, dll

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5 Tanggapan to “GERAKAN INTERNATIONAL NURSING DAY”

  1. giant Ronna santosa Says:

    Saya sebagai mahasiswa keperawatan dari daerah, (STIK Bina Putera Banjar)siap ikut memutihkan jakarta….perjuangan ini harus terus kita lanjutkan…hidup perawat goal kan UU praktik keperawatan….ya alloh ridhoilah rencana kami ini..Amien…………!!!!!!!

  2. Wida Kuswida Bhakti Says:

    saatnya kita bangkit, satukan tekad meraih cita-cita disahkannya UU Praktik Keperawatan.

    Desakan pengesahan UU Praktik Keperawatan bukan pamrih atas kerja keras dalam menyehatkan bangsa, tetapi hak sebagai warga negara yang harus dipenuhi oleh pemerintah…

    Bangun SAudaraku ….
    Fajar kemenangan di ufuk timur menanti gerakan kita.

    SAlam Simpatik Perawat

  3. Maju terus Perawat Indonesia. Jangan takut intimidasi pihak Luar. Jaga Kekompakan. Hati-hati penyusup dan provokator. Hati-hati ada yang “kebakaran Jenggot”. Hati-hati dengan adanya Pahlawan Kesiangan.

    Terus Maju. Undang-Undang Praktik Keperawatan Harga Mati. Untuk Perlindungan Masyarakat dan Perawat.

    Kami Di Daerah Siap Mendukung dan kami akan mematuhi rambu-rambu aksi yang digariskan profesi.

    Hidup PPNI!

  4. moga cita2 kita sukses…

  5. Rekan sejawat kunjungi juga situs keperawatan indonesia http://www.indonesiannursing.com ditunggu postingannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: