INFO

info keperawatan

RANCUNYA SISTEM PENDIDIKAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Oleh: Sri Hindriyastuti[i]

Pendidikan keperawatan merupakan sebuah proses dimana disadari bahwa long life education sangat penting untuk perawat dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan keahliannya dalam praktek keperawatan. Pendidikan berkelanjutan pada keperawatan dan pengembangan staff harus berdasarkan pada prinsip-prinsip belajar mengajar secara dewasa dan selalu diarahkan pada prinsip-prinsip etik. Pada pusat-pusat pelayanan kesehatan yang tertier memerlukan staf dengan pengetahuan yang spesialistik.

Indonesia telah memilih untuk menata sistem pendidikan keperawatan sebagai upaya awal dan kunci peletakan landasan pengembangan profesi keperawatan. Perkembangan pendidikan keperawatan sejak Florence Nightingale atau sejak Rufaida di zaman kerasulan semakin pesat dan berkembang. Bahkan keperawatan sudah diakui sebagai profesi yang terus berkembang sesuai dengan tuntutan masyarakat serta kemajuan ilmu dan technologi. Globalisasi tidak bisa ditolak, bahkan tenaga kesehatan asing akan menguasai institusi kesehatan di mana-mana. Sehingga pembenahan di berbagai segi harus dilakukan dan dituntaskan.

Keperawatan sebagai sebuah profesi yang didalamnya terdapat Body of Knowledge yang jelas, memiliki dasar pendidikan yang kuat sehingga dapat dikembangkan setinggi-tingginya. Hal ini menyebabkan profesi keperawatan selalu dituntut untuk mengembangkan diri dan berpartisipasi aktif dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia dalam upaya meningkatkan profesionalisme keperawatan agar dapat memajukan pelayanan kesehatan di negeri ini.

Berdasarkan pemahaman tersebut, dan untuk mencapainya, dibentuklah sistem pendidikan tinggi keperawatan. Institusi pendidikan keperawatan di Indonesia  harus menyadari bahwa untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi syarat kredensial dari negara lain sehingga lulusannya bisa diterima bekerja di semua tatanan dan diseluruh dunia maka ada berbagai aspek yang harus diperhatikan antara lain adalah para lulusan harus memperoleh pengetahuan teoritis dan pengalaman praktek klinik yang memadai, dengan mengacu konsep pendidikan keperawatan yang berpusat pada pemenuhan kebutuhan klien dan hubungan perawat klien.

Sayangnya, sampai saat ini masih terdapat kerancuan dalam sistem pendidikan kesehatan di Indonesia khususnya bagi sistem pendidikan keperawatan, ketika dibutuhkan lulusan-lulusan instiutusi keperawatan yang berkualitas, yang ada adalah semakin menjamurnya institusi kesehatan (sekolah tinggi ilmu kesehatan/ STIKES) yang dengan mudahnya mendirikan institusi kesehatan tanpa mengindahkan dan memperhatikan aspek-aspek tersebut di atas.

Di berbagai wilayah di Indonesia misalnya, karena tidak ada tempat yang memadai, ruko atau komplek persewaan dagang bahkan dijadikan sebagai tempat perkuliahan bagi beberapa sekolah tinggi yang mengaku akan mencetak tenaga-tenaga kesehatan professional. Tidak mempedulikan kualitas pengajaran, tenaga pengajar maupun aspek lain yang seharusnya menjadi pertimbangan utama mendirikan sekolah tinggi kesehatan. Sepertinya, fokus utama pendirian sekolah tinggi kesehatan seperti ini adalah sebagai pusat bisnis atau sekedar money oriented. Yang patut dipertanyakan dalam hal ini justru adalah pihak yang mempemudah perizinan pendirian sekolah-sekolah tinggi kesehatan tersebut.

Sebagai perbandingan sistem pendidikan di negara maju bahwa untuk memenuhi segala tuntutan masyarakat dan kesetaraan profesi dengan tenaga medis lain, dokter misalnya, maka pendidikan keperawatan menuangkan dalam isi kurikulum yang tentu saja dikaitkan dengan tingkat pendidikan/jenis pendidikan yang ditempuh oleh calon perawat professional tersebut. ANA (American Nurse Assosiation) telah menetapkan bahwa persyaratan perawat professional minimalnya Bachelor in Nursing atau Sarjana Keperawatan, sedangkan Diploma (III/IV) adalah staf vokasional yang bertugas secara teknis, serta di bawah supervisi dari registered nurse/ perawat professional dan dalam posisi mereka adalah LPN/Licence Pratical Nurse atau di Australia dan Inggris disebut Enroll Nurse. Oleh karena itu, seluruh organisasi keperawatan di dunia mengacu kepada pernyataan ANA tersebut.

Melihat kondisi tersebut, maka sistem pendidikan tinggi keperawatan di Indonesia seharusnya melakukan berbagai  persiapan dalam penerapan kurikulum pada proses belajar mengajar yaitu dengan cara melakukan kolaborasi dengan organisasi profesi keperawatan di Indonesia untuk menetapkan standard kompetensi pendidikan, melakukan perbaikan dalam sistem pembelajaran yang berfokus pada pelajar (student learning centered) sehingga mahasiswa keperawatan dilatih untuk belajar mengambil keputusan dan berfikir kritis, menggunakan kurikulum yang berdasarkan kompetensi, berorientasi pada perkembangan kebutuhan pelayanan keperawatan secara global, mengikuti perkembangan dan pelayanan keperawatan dunia, serta mempersiapkan lulusan untuk bisa bekerja secara nasional dan global misalkan dengan peningkatan kemampuan berbahasa inggris.

Melihat begitu berat untuk mencetak tenaga keperawatan yang professional, maka tidak hanya dibutuhkan modal untuk membangun gedung megah dan membangun sekolah tinggi keperawatan, atau bahkan hanya sekedar ajang bisnis. Tidak masalah jika institusi-institusi pendidikan kesehatan yang menjamur bisa memenuhi kompetensi tersebut. Jika tidak? Jangan pernah berharap ada keprofesionalan dan perbaikan dalam bidang keperawatan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karena bisa jadi, masyarakat sebagai pasien juga dipandang sebagai pusat bisnis. Siapa tahu?

 



[i]                       Koordinator DirJen Eksternal dan Sosial Masyarakat ILMIKI (ikatan lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia 2007-2009,

                         Ketua Dewan eksekutif Mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: